Senin, 09 Mei 2011

MAKALAH KERUSAKAN HUTAN

BAB I

PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang

Hutan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada Bangsa Indonesia, merupakan kekayaan yang dikuasai oleh Negara yang memberikan manfaat serbaguna bagi umat manusia, cenderung kondisinya semakin menurun. Hutan juga merupakan salah satu sumber daya alam yang berperan dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan air dan kesuburan tanah. Ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia.

Indonesia dikenal memiliki hutan tropis yang cukup luas dengan keaneka-ragaman hayati yang sangat tinggi dan bahkan tertinggi kedua di dunia setelah Brazillia. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Planologi Kehutanan RI tahun 2000 bahwa luas hutan Indonesia adalah 120,3 juta hektar atau 3,1% dari luas hutan dunia (Suhendang, 2002). Seiring dengan berjalannya waktu dan tingkat kebutuhan akan kayu semakin meningkat, mendorong masyarakat baik secara individu maupun kelompok melakukan eksploitasi hasil hutan dengan tidak memperhatikan kelestariannya. Eksploitasi hasil hutan tersebut biasanya dilakukan secara ilegal seperti melakukan pembalakan liar, perambahan, pencurian yang mengakibatkan kerusakan hutan di Indonesia tidak terkendali (laju kerusakan hutan Indonesia 2,8 juta hektar per tahun). Akibatnya, kerusakan hutan atau lingkungan tak terkendali tersebut mengakibatkan luas hutan semakin menurun, lahan kritis semakin bertambah, dan sering terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya.

Kerusakan hutan di Indonesia tidak hanya terjadi pada hutan alam tetapi juga telah terjadi pada hutan lindung. Padahal, hutan lindung memiliki fungsi yang spesifik terutama berkaitan dengan ketersediaan air. Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting terhadap keberlanjutan kehidupan bagi semua mahluk hidup. Hal ini seperti telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Ketentuan Pokok Kehutanan yang menjelaskan bahwa hutan lindung merupakan kawasan hutan karena keadaan sifat alamnya diperuntukkan guna pengaturan tata air, pencegahan banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Oleh karena itu, hutan lindung perlu perhatian yang serius dari semua pihak agar kelestariannya tetap terjamin.

Kerusakan hutan yang terus terjadi telah mengakibatkan malapetaka dan bencana yang menelan korban harta dan jiwa yang tidak sedikit, seperti musibah kebakaran dan kekeringan pada musim kemarau, banjir dan tanah longsor pada musim hujan dan lain sebagainya. Hal ini tertentu merupakan tantangan bagi semua pihak untuk mencari akar permasalahan dan solusi pemecahannya.

1. B. Rumusan Masalah

Dari uraian di atas dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai
berikut :

1. Apakah kerusakan hutan berpengaruh besar terhadap lingkungan di sekitar kawasan hutan ?

2. Bagaimana cara melibatkan masyarakat dalam proses pemberdayaan kawasan sekitar hutan ?

3. Upaya-upaya apakah yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjaga kelestarian hutan ?

BAB II

PEMBAHASAN

1. A. Pengertian Hutan

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.

Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.

Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Kawasan hutan lindung adalah kawasan hutan yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk dilindungi dari segala macam aktivitas manusia yang mengakibatkan kerusakan hutan atau kehilangan fungsi hutan, seperti mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

1. B. Peran Hutan Terhadap Lingkungan

1. a. Peran Hutan

Hutan bukanlah warisan nenek moyang, tetapi pinjaman anak cucu kita yang harus dilestarikan. Jika terjadi bencana, maka dipastikan, biaya ‘recovery’ jauh lebih besar ketimbang melakukan pencegahan secara dini. Begitu pentingnya fungsi hutan sehingga pada 21 Januari 2004 Presiden Megawati merasa perlu mencanangkan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) yaitu gerakan moral yang melibatkan semua komponen masyarakat bangsa untuk memperbaiki kondisi hutan dan lahan kritis. Dengan harapan, agar lahan kritis itu dapat berfungsi optimal, yang juga pada gilirannya bermanfaat bagi masyarakat sendiri. Tujuan melibatkan komponen masyarakat, tentu saja, agar mereka menyadari bahwa hutan dan lingkungan itu sangat penting dijaga kelestariannya.

Hutan memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia diantaranya sebagai berikut :

1. Pelestarian Plasma Nutfah

Plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri.

Penguasaannya merupakan keuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, plasma nutfah perlu terus dilestarikan dan dikembangkan bersama untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.

2. Penahan dan Penyaring Partikel Padat dari Udara

Udara alami yang bersih sering dikotori oleh debu, baik yang dihasilkan oleh kegiatan alami maupun kegiatan manusia. Dengan adanya hutan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting. Dengan demikian hutan menyaring udara menjadi lebih bersih dan sehat.

3. Penyerap Partikel Timbal dan Debu Semen

Kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal yang mencemari udara di daerah perkotaan. Diperkirakan sekitar 60-70 % dari partikel timbal di udara perkotaan berasal dari kendaraan bermotor. Hutan dengan kanekaragaman tumbuhan yang terkandung di dalamnya mempunyai kemampuan menurunkan kandungan timbal dari udara.

Debu semen merupakan debu yang sangat berbahaya bagi kesehatan, karena dapat mengakibatkan penyakit sementosis. Oleh karena itu debu semen yang terdapat di udara bebas harus diturunkan kadarnya.

4. Peredam Kebisingan

Pohon dapat meredam suara dan menyerap kebisingan sampai 95% dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting. Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk meredam suara ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang. Berbagai jenis tanaman dengan berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi akan dapat mengurangi kebisingan, khususnya dari kebisingan yang sumbernya berasal dari bawah.

5. Mengurangi Bahaya Hujan Asam

Pohon dapat membantu dalam mengatasi dampak negatif hujan asam melalui proses fisiologis tanaman yang disebut proses gutasi. Proses gutasi akan memberikan beberapa unsur diantaranya ialah : Ca, Na, Mg, K dan bahan organik seperti glumatin dan gula. Bahan an-organik yang diturunkan ke lantai hutan dari tajuk melalui proses through fall dengan urutan K>Ca> Mg>Na baik untuk tajuk dari tegakan daun lebar maupun dari daun jarum.

Hujan yang mengandung H2SO4 atau HNO3 apabila tiba di permukaan daun akan mengalami reaksi. Pada saat permukaan daun mulai dibasahi, maka asam seperti H2SO4 akan bereaksi dengan Ca yang terdapat pada daun membentuk garam CaSO4 yang bersifat netral. Dengan demikian adanya proses intersepsi dan gutasi oleh permukaan daun akan sangat membantu dalam menaikkan pH, sehingga air hujan menjadi tidak begitu berbahaya lagi bagi lingkungan. pH air hujan yang telah melewati tajuk pohon lebih tinggi, jika dibandingkan dengan pH air hujan yang tidak melewati tajuk pohon.

6. Penyerap Karbon-monoksida

Mikro organisme serta tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam menyerap gas. Tanah dengan mikroorganismenya dapat menyerap gas ini dari udara yang semula konsentrasinya sebesar 120 ppm (13,8 x 104 ug/m3) menjadi hampir mendekati nol hanya dalam waktu 3 jam saja.

7. Penyerap Karbon-dioksida dan Penghasil Oksigen

Hutan merupakan penyerap gas CO2 yang cukup penting, selain dari fitoplankton, ganggang dan rumput laut di samudera. Cahaya matahari akan dimanfaatkan oleh semua tumbuhan baik di hutan kota, hutan alami, tanaman pertanian dan lainnya dalam proses fotosintesis yang berfungsi untuk mengubah gas CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Dengan demikian proses ini sangat bermanfaat bagi manusia, karena dapat menyerap gas yang bila konsentrasinya meningkat akan beracun bagi manusia dan hewan serta akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di lain pihak proses ini menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia dan hewan.

8. Penahan Angin

Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan angin yang berupa hutan kota.

9. Penyerap dan Penapis Bau

Daerah yang merupakan tempat penimbunan sampah sementara atau permanen mempunyai bau yang tidak sedap. Tanaman dapat menyerap bau secara langsung, atau tanaman akan menahan gerakan angin yang bergerak dari sumber bau.

10. Mengatasi Penggenangan

Daerah bawah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi. Jenis tanaman yang memenuhi kriteria ini adalah tanaman yang mempunyai jumlah daun yang banyak, sehingga mempunyai stomata yang banyak pula.

11. Mengatasi Intrusi Air Laut dan Abrasi

Kota-kota yang terletak di tepi pantai seperti DKI Jakarta pada beberapa tahun terakhir ini dihantui oleh intrusi air laut. Pemilihan jenis tanaman dalam pembangunan hutan kota pada kota yang mempunyai masalah intrusi air laut harus betul-betul diperhatikan. Upaya untuk mengatasi masalah ini yakni membangun hutan lindung kota pada daerah resapan air dengan tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang rendah.

Hutan berupa formasi hutan mangrove dapat bekerja meredam gempuran ombak dan dapat membantu proses pengendapan lumpur di pantai. Dengan demikian hutan selain dapat mengurangi bahaya abrasi pantai, juga dapat berperan dalam proses pembentukan daratan.

12. Produksi Terbatas

Hutan memiliki fungsi in-tangible juga tangible. Sebagai contoh, pohon mahoni di hutan kota Sukabumi sebanyak 490 pohon telah dilelang dengan harga Rp. 74 juta. Penanaman dengan tanaman yang menghasilkan biji atau buah yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan warga masyarakat dapat meningkatkan taraf gizi dan penghasilan masyarakat.

13. Ameliorasi Iklim

Salah satu masalah penting yang cukup merisaukan penduduk perkotaan adalah berkurangnya rasa kenyamanan sebagai akibat meningkatnya suhu udara di perkotaan. Hutan kota dapat dibangun untuk mengelola lingkungan perkotaan agar pada saat siang hari tidak terlalu panas, sebagai akibat banyaknya jalan aspal, gedung bertingkat, jembatan layang, papan reklame, menara, antene pemancar radio, televisi dan lain-lain. sebaliknya pada malam hari dapat lebih hangat karena tajuk pepohonan dapat menahan radiasi balik (reradiasi) dari bumi.

14. Pelestarian Air Tanah

Sistem perakaran tanaman dan serasah yang berubah menjadi humus akan memperbesar jumlah pori tanah. Karena humus bersifat lebih higroskopis dengan kemampuan menyerap air yang besar maka kadar air tanah hutan akan meningkat.

Jika hujan lebat terjadi, maka air hujan akan turun masuk meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah dan hanya sedikit yang menjadi air limpasan. Dengan demikian pelestarian hutan pada daerah resapan air dari kota yang bersangkutan akan dapat membantu mengatasi masalah air dengan kualitas yang baik.

15. Penapis Cahaya Silau

Manusia sering dikelilingi oleh benda-benda yang dapat memantulkan cahaya seperti kaca, aluminium, baja, beton dan air. Apabila permukaan yang halus dari benda-benda tersebut memantulkan cahaya akan terasa sangat menyilaukan dari arah depan, akan mengurangi daya pandang pengendara.

Keefektifan pohon dalam meredam dan melunakkan cahaya tersebut bergantung pada ukuran dan kerapatannya.

16. Mengurangi Stress, Meningkatkan Pariwisata dan Pencinta Alam

Kehidupan masyarakat di lingkungan hidup kota mempunyai kemungkinan yang sangat tinggi untuk tercemar, baik oleh kendaraan bermotor maupun industri. Petugas lalu lintas sering bertindak galak serta pengemudi dan pemakai jalan lainnya sering mempunyai temperamen yang tinggi diakibatkan oleh cemaran timbal dan karbon-monoksida. Oleh sebab itu gejala stress (tekanan psikologis) dan tindakan ugal-ugalan sangat mudah ditemukan pada anggota masyarakat yang tinggal dan berusaha di kota atau mereka yang hanya bekerja untuk memenuhi keperluannya saja di kota. Hutan kota juga dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.

b. Kerusakan Hutan dan Lingkungan

Ternyata dengan semakin tidak harmonisnya hubungan manusia dengan alam tumbuhan mengakibatkan keadaan lingkungan di perkotaan menjadi hanya maju secara ekonomi namun mundur secara ekologi. Padahal kestabilan kota secara ekologi sangat penting, sama pentingnya dengan nilai kestabilannya secara ekonomi. Oleh karena terganggunya kestabilan ekosistem perkotaan, maka alam menunjukkan reaksinya berupa: meningkatnya suhu udara, penurunan air tanah, banjir, penurunan permukaan tanah, intrusi air laut, abrasi pantai, pencemaran air berupa air minum berbau, mengandung logam berat, pencemaran udara seperti meningkatnya kadar CO2, ozon, karbon-dioksida, oksida nitrogen dan belerang, debu, suasana yang gersang, monoton, bising dan kotor.

Dalam waktu dua tahun terakhir kita merasakan peristiwa alam, seperti bencana banjir dan longsor. Diawali banjir bandang di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pada 11 Desember 2002. Tak kurang dari 26 orang meninggal dunia dengan tragis. Di awal tahun 2003, banjir bandang Jakarta mengakibatkan beberapa penduduk tewas, puluhan ribu masyarakat harus mengungsi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Akibat ikutan lain, adanya banjir di Jakarta ini melumpuhkan kegiatan sektor swasta, termasuk pengiriman barang-barang ekspor mereka.

Di Mandalawangi, Garut, Jawa Barat pada tanggal 28 Januari 2003 telah terjadi tanah longsor dengan jumlah korban meninggal 21 orang. Memasuki akhir musim penghujan tahun 2002/2003 dikejutkan dengan peristiwa hujan lebat dan longsor di Flores, yang kemudian disusul peristiwa alam yang didominasi oleh kekeringan di Pantura Pulau Jawa. Pada akhir 2003 terjadi bencana banjir bandang yang sangat dahsyat di Bukit Lawang; Bahorok, Sumatera Utara pada tanggal 2 November 2003 yang membawa korban tidak kurang dari 134 orang meninggal serta ratusan lainnya hilang. Pada Desember 2003 beberapa wilayah Jambi terendam banjir sampai sekitar seminggu. Yang terakhir adalah peristiwa banjir besar di kota Mojokerto 4-5 Februari 2004.

Peristiwa alam dan lingkungan tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa alam sedang bergolak menuju keseimbangan baru. Kondisi ini akan terus bergerak menyesuaikan diri terhadap intervensi manusia yang tidak pernah berhenti mempengaruhinya, serta kemungkinan perubahan alam itu sendiri yang perlu dicermati. Proses alam dalam menuju keseimbangan baru ini sering kurang bisa ditangkap maknanya oleh manusia, sebaliknya manusia seringkali saling menyalahkan bukannya mencari solusi yang arif.

Bencana alam, seperti banjir, yang terjadi pada tahun 2003 dan yang berlanjut sampai awal tahun 2004 kalau ditelusuri disebabkan oleh dua kelompok faktor yakni faktor yang tidak dapat dikendalikan manusia dan faktor yang dapat dikendalikan manusia. Curah hujan kecepatan angin, dan geologi merupakan contoh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.

Penelusuran faktor-faktor yang berpengaruh pada peristiwa alam yang menimbulkan bencana dua tahun terakhir ini menunjukkan bahwa ada faktor alamiah yang tidak bisa dikendalikan manusia, tetapi juga banyak faktor yang sebetulnya berasal dari intervensi manusia, termasuk arah kebijakan yang tidak tepat. Curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi, angin kencang, gempa bumi, dan letusan gunung berapi merupakan contoh-contoh faktor alam yang tidak bisa dikendalikan manusia. Sedangkan masalah invasi spesies eksotik, illegal logging di kawasan hutan, pemukiman, dan budidaya pertanian di lereng gunung merupakan bentuk intervensi yang sebetulnya dapat dikendalikan manusia. Semua itu berpengaruh besar terhadap peristiwa banjir bandang dan tanah longsor. Antara faktor alam dan

faktor manusia sangat sulit dipisahkan karena adanya interaksi timbal balik dalam suatu ekosistem .

BAB III

PENUTUP

1. A. Kesimpulan

Hutan lindung sebagai salah satu sumber daya alam yang berperan menjaga, mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia yang saat ini cenderung menurun keberadaannya. Perambahan dan pembalakan liar (illegal logging) terjadi di mana-mana dan menyebabkan kerusakan hutan yang tidak terkendali. Akibatnya bencana alam seperti banjir, tanah longsor sudah menjadi langganan pada musim hujan tiba yang tidak jarang menelan korban ratusan jiwa masyarakat yang tidak berdosa. Ironisnya, banyak pihak termasuk pemerintah selalu menyalahkan dan bahkan menuduh masyarakat sekitar kawasan hutan sebagai penyebab utama kerusakan hutan.

Tuduhan ini sangat tidak beralasan, apalagi jika dilihat secara dekat kondisi kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan, seperti kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Rogo Jampi yang sebagian besar (78%) dalam kondisi miskin dan tidak berdaya. Kondisi inilah perlu dipahami dan dijadikan salah satu pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan penyusunan program, agar setiap kebijakan dan program tentang pengaturan pengelolaan hutan yang diambil tetap memperhatikan kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan lindung.

Paradigma perencanaan pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat yang sentralistik yaitu program dirancang dari atas tanpa melibatkan masyarakat harus diubah kearah peningkatan partisipasi masyarakat lokal secara optimal.

Anggapan sebagian elit bahwa untuk mencapai efisiensi pembangunan, masyarakat tidak mempunyai kemampuan menganalisis kondisi dan merumuskan permasalahan, serta solusi pemecahannya, harus diubah bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan dan masyarakatlah yang paling mengetahui dan mengenal potensi dan permasalahan yang mereka hadapi.

Perencanaan sentralistik dan anggapan bahwa masyarakat tidak mampu menganalisis dan merumuskan permasalahannya, disinyalir merupakan salah satu penyebab kegagalan program pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

B. Saran

Dari penjelasan yang disampaikan pada bab-bab terdahulu maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat sekitar kawasan hutan lindung dapat segera diidentifikasi oleh pemerintah dan masyarakat sehingga dapat segera dicarikan solusi untuk proses pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung .

2. Kepada masyarakat luas agar lebih memperhatikan kelestarian kawasan hutan lindung agar terhindar dari segala dampak buruk kerusakan hutan.

DAFTAR PUSTAKA


Ewusie, J. Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. Membicarakan Alam Tropika Afrika, Asia, Pasifik dan Dunia Baru. Penerbit ITB, Bandung.

Kusmana C. dan Istomo, 1995. Ekologi Hutan. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

www.id.wikipedia.org./wiki/berkas/kerusakan_hutan. Kerusakan Hutan Mempengaruhi Lingkungan. diakses Pebruari 2008.



BY : SUKRI ABIDIN (ABHYE)

Sabtu, 23 April 2011

Makalah Pengetahuan Lingkungan Abhye


TUGAS INDIVIDU

PENGETAHUAN LINGKUNGAN

BAHAYA LIMBAH SAMPAH PLASTIK

UNCEN .jpg

OLEH :

NAMA : SUKRI ABIDIN

NIM : 0100140304

PRODI : PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

JAYAPURA

2011

BAB I

PENDAHULUAN

A LATAR BELAKANG

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.

Lebih dari 75.000 bahan kimia sintetis telah dihasilkan manusia dalam beberapa puluh tahun terakhir. Banyak darinya yang tidak berwarna, berasa dan berbau, namun potensial menimbulkan bahaya kesehatan. Sebagian besar dampak yang diakibatkannya memang berdampak jangka panjang, seperti kanker, kerusakan saraf, gangguan reproduksi dan lain-lain.

Hal ini terlebih dalam kasus sampah, di mana gangguan bau yang menusuk dan pemandangan (keindahan/kebersihan). Begitu dominannya gangguan bau dan pemandangan dari sampah inilah yang telah mengalihkan kita dari bahaya racun dari sampah, yang lebih mengancam kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita.

B TUJUAN

Mengetahui bahaya racun racun dari sampah, saat ini sampah telah banyak berubah. Setengah abad yang lalu masyarakat belum banyak mengenal plastik. Mereka lebih banyak menggunakan berbagai jenis bahan organis, orang masih menggunakan tas belanja dan membungkus daging dengan daun jati. Sedangkan sekarang kita berhadapan dengan sampah-sampah jenis baru, khususnya berbagai jenis plastik.
Sifat plastik dan bahan organis sangat berbeda. Bahan organis mengandung bahan-bahan alami yang bisa diuraikan oleh alam dengan berbagai cara, bahkan hasil penguraiannya berguna untuk berbagai aspek kehidupan.

BAB II

BAHAYA LIMBAH SAMPAH PLASTIK

1. PENGERTIAN

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan.

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).

Pada umumnya limbah (sampah) dibagi menjadi dua bagian yaitu :

Ø Sampah Organik : bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll.

Ø Sampah Anorganik : berasal dari sumber daya alam tak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol, tas plastic,dll.

2. PENYEBAB DAN DAMPAK LIMBAH (SAMPAH) PLASTIK

v Penyebab.

Penyebab utama dari banyaknya limbah plastik, karena kehidupan manusia yang sekarang serba modern dan serba praktis. Sehingga memanfaatkan plastik sebagai pembungkus ataupun wadah barang bawaan yang diketahui mudah didapat serta menghemat tempat, dengan tanpa menyadarinya bahaya yang dikandungnya.

v Dampak.

Bahaya racun yang dikandung dalam plastik sangatlah berbahaya jika tubuh manusia maupun mahluk hidup lainnya terkontaminasi oleh racun yang dikandung dalam plastik. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.

3. USAHA PENGENDALIAN LIMBAH (SAMPAH) PLASTIK

Menciptakan prinsip Produksi Bersih yang bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya, dengan menerapkan Prinsip 3R, yaitu:

1. Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

2. Re-use (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

3. Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Banyak warga Perumnas IV yang mengetahui tentang bahaya racun yang terdapat pada kantong plastik, kini warga Perumnas mulai mengubah pola belanjanya di pasar Yotefa dengan membawa tas (keranjang ) dari rumah. Dan meminimalisir membungkus makanan dalam plastik. Itu yang saya ketahui ketika warga memulai belanja dengan mengubah pola nya setelah mengetahuinya melalui salah satu media Televisi (1)

(1). setelah melakukan percakapan dengan beberapa ibu rumah tangga setelah penulis mengetahui perubahan pola berbelanja

BAB III

PENUTUP

o KESIMPULAN

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Dengan dampak yang cukup signifikan Bahaya racun yang dikandung dalam plastik sangatlah berbahaya jika tubuh manusia maupun mahluk hidup lainnya terkontaminasi oleh racun yang dikandung dalam plastik. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.

o DAFTAR PUSTAKA

Hadiwijoto, S. 1983. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Penerbit Yayasan Idayu. Jakarta

Biro Bina Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. 1998. Laporan Neraca Kualitas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. Biro Bina Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Jakarta

Djuwendah, E., A. Anwar, J. Winoto, K. Mudikdjo. 1998. Analisis Keragaan Ekonomi dan Kelembagaan Penanganan Sampah Perkotaan, Kasus di Kotamadya DT II Bandung Provinsi Jawa Barat. Tesis Program Pascasarjana IPB. Tidak diterbitkan.

Jumat, 22 April 2011

KAPAN BAHAGIA ITU MILIKKU SEUTUHNYA ?

PART 1

Kisahku ini sengaja ku tulis, karena aku rindu belaian seorang ayah kandungku dan semangatku untuk meraih impian ku untuk membahagiakan bunda ku yang ku sebut sebagai ibu ku tercinta

Dan kisah ini adalah real kehidupanku tanpa mengubah tokoh maupun karakter didalamnya. Dan buat ayahku meski kau tak mungkin membaca kisahku ini tapi aku berharap suatu saat aku dapat bertemu kembali,biar bagaimanapun kau masih tetap ayah kandungku dan aku tetap akan menyayangimu

Namaku Sukri Abidin dan biasa di panggil Sukri dalam keluargaku dan sering di panggil abhy dalam pergaulanku, aku terlahir dari keluarga yang cukup dan sederhana dalam kesehariannya. Aku tidak pernah tahu kenapa ayah kandungku dan ibuku berpisah waktu itu umurku baru dibawah lima tahun, entah berapa tahun umurku pada saat itu ? aku tak mengerti yang aku tahu hanya ayahku yang selama ini adalah ayah tiriku. Dengan hidup sederhanaku ini ayah ku sebagai seorang pembuat gula merah dari kelapa yang berpenghasilan pas-passan dan ibuku sebagai ibu rumah tangga dan terkadang ibuku juga bekerja sebagai buruh jika ada, sejak kecil hidupku biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa dariku tetapi ibuku sering menganggapku istimewa sejak kecil akupun dapat bersekolah dengan berbagai beasiswa prestasi yang kudapat. Sampai akhirnya aku lulus sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama, keinginanku untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya pun menggebu. Saat itu ibuku tidak mengijinkanku lanjut karena biaya yang tidak memadai, namun aku tetap ngotot untuk lanjut tetapi ibuku bersikeras tak menyetujui secuilpun keinginanku. Hingga akhirnya aku sempat putus asa sejenak aku berfikir kalau selama ini aku memiliki ayah kandung setelah aku mengetahui bahwa selama ini ayah yang sangat menyayangiku ternyata ayah tiriku. Dengan ini mungkin aku bisa meneruskan sekolahku kesana – kemari aku mencari tentang keadaan dan keberadaan ayah kandungku yang selama ini aku tidak mengetahuinya sama sekali hingga suatu saat aku pergi mencari ayahku sampai akhirnya aku bertemu langsung dengannya betapa bahagianya hatiku ini. Waktu itu umurku sudah menginjak 16 tahun berarti selama 16 tahun aku tidak mengetahui ayahku sendiri. Tetapi, betapa sakit hatiku ketika itu ayahku tak ada respon sedikitpun atau sedih bahkan menangis bahagianyapun tidak ada ketika bertemu aku sebagai anaknya sendiri yang selama bertahun-tahun tidak pernah bertemu. Lalu akupun menangis menjahuinya dan hari-hariku hanya kulalui dengan linangan air mataku meskipun aku laki-laki tapi aku juga manusia yang memiliki hati dan perasaan, akupun menagisi kenapa hidupku begini ? kenapa ayahku sendiri biasa-biasa saja bertemu dengan anaknya sendiri yang selama 16 tahun lamanya tidak bersama, kenapa impianku untuk meraih cita-cita hanya kandas di bangku SMP saja. Aku menangis dan terus menangis hingga semua raut wajahku nampak bengkak. Sampai suatu hari karena ayahku tidak tega melihatku, ayah tiriku (ayah yang selama ini menghidupiku) membujukku untuk lanjut di tingkat SMU di kampungku sendiri akupun semangat untuk hidup. Hingga tugas apapun dari orang tuaku kulalukan demi pendidikanku, akupun diterima disekolah tersebut dengan bantuan beasiswa prestasi yang aku milikki waktu pembayaran pendaftaran orang tuaku hanya dikenai setengah dari biaya pendaftaran semula kulali hidupku yang kurasakan bagai sempurna hidup ini. Suatu ketika aku tahu bahwa selama ini pembayaran sekolahku dicicil oleh orang tuaku dan dari pihak sekolah memintaku agar orang tuaku melunasi sisa pembayarannya, aku mulai patah semangat lagi rasanya kenapa hidupku ini selalu membuat beban orang lain terutama orang tuaku sendiri. Aku mulai jarang masuk sekolah karena malu, suatu saat aku mulai mencari pekerjaan untuk memulai lembaran baru dari hidupku dan rasanya mustahil lagi untuk mencapai impianku. Tanpa sengaja pada saat itu tepat hari selasa tanggal xx aku bertemu kakak ibuku (pakde ku) yang kebetulan mampir ke rumahku tiba-tiba saja pakde menawariku untuk ikut denganya pergi ke papua aku hanya dapat mengiyakannya saja karena aku ingin membuka lembaran baru hidup tanpa cita-citaku tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi pakde menyarankanku agar aku segera meminta izin kepada ibuku, ibuku hanya bisa menangis saat aku mengungkapkan itu semua dan sampai akhinya akupun diizinkan meskipun itu sangat berat baginya aku terus meyakinkan bahwa aku bisa.

Hingga suatu hari pada saat itu hari sabtu, aku sampai di papua tepatnya di kota Nabire disana aku merasa hidup ini mulai kembali saat aku tahu kalau aku akan lanjut sekolah. Tak henti-hentinya aku bersyukur. tak terasa sudah 2 tahun aku jalani hidupku di Nabire waktu itu aku duduk di kelas XI di salah satu SMA swasta aku merasa hidupku amat mewah tetapi menderita yang ku alami bagaikan burung di sangkar emas, aku mulai merasakan selama ini hidupku amatlah mewah tetapi apa yang kudapat semuanya hanyalah background hidupku, mau makan atau beli apapun hamper semuanya bisa kulakukan tetapi satu hal yang tidak bisa kulakukan yaitu ingin bebas dan menjalani hidup seperti remaja yang lain seumuranku. Meskipun aku tinggal bersama kakak sepupuku sendiri yang serba mewah tetapi aku tidak pernah merasakan kasih sayang walaupun terkadang aku bahagia dan bangga, aku selalu dikekang dan dipaksa untuk menjalankan bisnisnya siang dan malam aku di suruhnya tanpa memahami kondisi dan keadaanku pada saat itu akhirnya aku sering jatuh sakit.

Pada akhirnya aku telah menduduki kelas XII disekolahku, selama satu semester aku menahan sakitnya hidupku dengan kakak sepupuku. Sampai akhirnya aku bertemu dengan teman ku yang kebetulan dia sekelas dengan namanya febrian orangnya baik sopan dan pintar. Aku sudah sangat tidak tahan dengan kehidupan ini hingga akhirnya aku mencari ide bagaimana caranya aku bisa di usir dari rumah kakak sepupuku rencana itupun berjalan dengan mulus dan sukses dan aku tinggal bersama temanku hingga aku menyelesaikan sekolahku.

Saat perpisahan disekolahku semua orang yang ada di sekelilingku bahagia dengan canda dan tawanya begitu menghanyutkanku dan aku sangat sedih Karen waktu itu semua wali murid turut hadir dalam acara tersebut dan hanya aku yang sendiri, iar mataku kembali bercucur tak terbendung lagi aku hanya dapat berkata sendiri dalam hatiku “Ma..! meski dirimu tak ada disini tapi aku bahagia karena dapat meraih impianku, meski mama tidak dapat melihat anakmu yang malang ini secara langsung, andai saja mama ada disampingku saat ini pasti aku kan memeluk mu erat-erat karena bahagia”.

Setelah aku bertekad untuk melanjutkan study ku ke Jayapura, aku tinggal bersama teman terbaikku febrian kami selalu berdua dalam suka maupun duka. Di tempat itu pun aku harus tetap bekerja untuk menghidupi diriku sendiri dan membiayai kuliahku, aku sering berpindah-pindah kerja lantaran gaji yang ku terima tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan ini. Sehingga hidupku pun bagaikan menumpang karena aku sering kehabisan biaya dan tidak sedikit dari teman-temanku menganggapku sebagai beban yang berat bagi mereka karena sering mengganggu dan merepotkannya siang malam aku hanya berfikir kapan aku bisa seperti mereka yang bisa membantu orang lain dan tidak merepotkan sepertiku

Bersambung………………………..

Bagi pembaca yang ingin memberi motivasi untukku isi langsung aja yaa komentarnya

Karena aku sangat membutuhkan dukungan maupun motivasi anda !

Senin, 24 Januari 2011

Kisah Motivasi Kehidupan

KISAH YANG PERNAH MEMBUATKU MENANGIS DAN TERHARU



BIEEE.JPG


AKU MENANGISI ADIKKU ENAM KALI

Baca dulu baru boleh nangis………………………

Aku lahir di suatu desa di pegunungan yang sangat terpencil. Untuk memenuhi kebutuhan kami, setiap hari dengan berpeluh orangtuaku membajak lahan kami yang tandus. Dan aku mempunyai seorang adik laki-laki yang usianya tiga tahun lebih muda daripada aku.Suatu saat, karena tertarik untuk membeli sebuah sapu tangan yang di pakai banyak gadis di desa kami, aku mencuri uang lima puluh sen dari laci ayahku.Ayahku segera menyadari kehilangan uang tersebut. Ayah memerintahkan aku dan adikku untuk berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya."Siapa yang mencuri uang itu?" ayah bertanya dengan sangat marah. Aku terdiam, terlalu takut untuk berbicara.Ayah semakin marah ketika tidak ada yang mengaku, dan ia berkata, "Baik, kalau begitu kalian berdua akan kuhajar!" Ayah mengangkat tongkat bambu itu tinggi tinggi.Tiba-tiba, adikku mencengkram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"Tongkat panjang itu segera bertubi-tubi menghantam punggung adikku. Ayah begitu marah, sehingga ia lupa diri dan terus memukul adikku sampai beliau kehabisan napas.Sesudah itu, ayah duduk di atas ranjang batu kami dan memarahi adikku, "Kamu sudah belajar mencuri sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa yang akan datang?... Kamu layak di pukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!".Malam itu ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikan air mata setetespun. Pada tengah malam itu, aku tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku, karena tidak memiliki cukup keberanian untuk mengakui perbuatanku.Bertahun-tahun telah lewat, tetapi kejadian tersebut sekan baru terjadi kemarin. Aku tidak pernah melupakan wajah adikku ketika ia melindungiku. Ketika itu, adikku berusia 8 tahun dan aku berusia 11 tahun.Setelah adikku lulus SMP, ia akan melanjutkan ke sebuah SMA di kabupaten. Pada saat yang bersamaan, aku di terima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, terus menerus sampai menhabiskan berbungkus-bungkus rokok. Aku mendengarnya menggerutu, "Kedua anak kita memberikan hasil yang sangat baik.. hasil yang sangat baik.." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela napas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligua?"Saat itu juga, adikku berjalan keluar menghampiri ayah dan berkata, "Ayah, aku tidak mau melanjutkan sekolah lagi, aku telah cukup membaca banyak buku."Ayah mengyunkan tangannya dan memukul adikku, "Keparat, mengapa kamu mempunyai jiwa yang begitu lemah? Sekalipun hal tersebut bearti bahwa aku harus mengemis di jalanan, aku tetap akan menyekolahkan kalian berdua sampai selesai!"Setelah itu ayah mengetuk setiap rumah di desa untuk mencoba meminjam uang.Dengan penuh kelembutan, aku menjulurkan tanganku ke wajah adikku yang membengkak. Aku coba menasehatinya, "Seorang anak laki-laki harus melanjutkan sekolahnya. Jika tidak, maka ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. Aku seorang wanita.Sekolah tidaklah penting. Aku telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan di universitas.Pada keesokan harinya, sebelum fajar menyingsing, di luar dugaan, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku, "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Aku akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, sambil menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Saat itu adikku berusia 17 tahun, sedangkan aku berusia 20 tahun.Dengan uang hasil pinjaman ayah pada beberapa warga desa, ditambah dengan uang dari adikku(hasil kerja adik sebagai kuli panggul semen di lokasi konstruksi), akhirnya aku berhasil melewati tahun ketiga di universitas.Pada suatu hari, ketika aku sedang belajar di kamar, teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk desa menungumu di luar!"Mengapa ada seorang penduduk desa mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.Aku bertanya kepadanya, "Mengapa tidak kamu katakan kepada temanku bahwa kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihatlah penampilanku. Apa yang akan mereka pikirkan jika mereka tahu bahwa aku adalah adikmu? Apakah mereka tidak akan menertawakanmu?"Aku merasa sangat terharu dan air mata kembali mengalir dari mataku. Aku membersihkan semua debu yang melekat pada adikku, dengan agak tersendat-sendat aku berkata, "Aku tidak perduli omongan siapapun! Kamu adalah adikku.. apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana penampilanmu..."Dari sakunya ia mengeluarkan sebuah jepit kupu-kupu. Ia memakaikannya di rambutku, dam kemudian menjelaskan, "Aku melihat semua gadis di kota memakainya, Jadi aku pikir kamu juga harus memakainya. "Dan, aku pun tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku memeluk adikku, menangis dan menangis.Waktu terus berlalu, adikku telah berusia 20 tahun sedangkan aku berusia 23 tahun. Saat aku pertama kali membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah di ganti, dan rumahku terlihat bersih.Setelah pacarku pulang, aku menari nari seperti seorang gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumahkita!"Ibu hanya tersenyum dan berkata, "Ini adalah karena adikmu yang pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini. Tidaklah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela batu itu."Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat wajahnya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit obat pada lukanya dan membalut lukanya."Apakah masih sakit?" aku bertanya kepadanya.Tidak, tidak sakit. Kamu tahu ketika aku bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap saat. Hal tersebut bahkan tidak menghentikanku untuk bekerja dan.."Di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikan tubuhku memunggunginya, air mata mengalir deras turun ke wajahku.Tahun terus berlalu, dan saat aku menikah, adikku telah berusia 23 tahun, sedangkan aku berusia 26 tahun. Setelah menikah, aku tinggal di kota. Sering kali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka selalu menolak. Mereka mengatakan, jika meninggalkan desa, mereka tidak tahu apa yang harus di perbuat. Adikku juga tidak setuju, ia berkata, "Kak, jaga saja mertuamu. Aku akan menjaga ibu dan ayah di sini."Suamiku menjadi direktur di pabrik tempat ia bekerja. Kami menginginkan agar adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manager pada bagian pemeliharaan alat theknik. Tetapi, adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras untuk tetap bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari adikku terkena sengatan listrik ketika ia naik tangga untuk memperbaiki kabel listrik.Ia di masukan ke RS. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Setelah melihat gips putih pada kakinya, aku menggerutu, "Mengapa kamu menolak tawaran untuk menjadi seorang manajer? Seorang manajer tidak akan pernah melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihatlah dirimu saat ini, mendapat luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengarkan kami sebelumnya?"Dengan berwajah serius, ia menjelaskan . "Pikirlah kakak ipar .. ia baru saja menjadi seorang direktur, dan aku tidak mempunyai pendidikan. Jika aku dijadikan seorang manajer, gosip seperti apa yang akan tersebar?"Mataku dan mata suamiku dipenuhi oleh air mata, lalu keluarlah perkataanku dengan terpatah patah, "Tetapi, kamu kurang pendidikan juga karena aku!""Mengapa membicarakan masa lalu?" jawab adikku sambil menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 tahun, sedangkan aku berusia 29 tahun.Adikku berusia 30 ketika ia menikah dengan seorang gadis petani dari desa kami. Pada acara pernikahannya, pembawa acara pesta bertanya kepadanya.. "Siapa yang paling anda hormati dan anda kasihi?" Bahkan tanpa berpikir, ia segera menjawab, "Kakakku."Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali suatu kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika aku masih di sekolah dasar, sekolah kami berada di desa yang berbeda. Setiap hari kakakku dan aku berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, aku kehilangan salah satu sarung tanganku.Lalu kakakku memberikan satu dari sarung tangannya. Dan ia hanya memakai satu sarung tangan saja dan berjalan sangat jauh. Ketika kami kembali ke rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin, sampai -sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu aku bersumpah, selama aku masih hidup, aku akan menjaga kakakku dan berbuat baik kepadanya."Tepuk tangan memenuhi ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Bibirku terasa berat dan sulit untuk mengucapkan kata-kata, "Dalam hidupku, orang yang kepadanya aku sangat berterima kasih adalah suamiku."Dan, pada saat yang paling berbahagia itu, di depan kerumunan orang banyak dalam perayaan itu, air mataku mengalir turun seperti sungai membasahi wajahku.